Sabtu, 26 November 2011

baik buruknya karakter berdasarkan hari lahir menurut hindu & cara meruatnya

* Redite (Minggu) Kayunya alemes, bisa bergaul
dengan sembarang orang, dan
bisa menerima pendapat orang
lain. Burungnya beo (syung),
senang meniru kepribadian
orang. Wayangnya jantur, tampil pendiam dan jarang
berbicara yang dirasanya tidak
perlu. Sinar tubuhnya terlihat
kemerah-merahan, cepat
meledak amarahnya. Mereka
yang terlahir pada hari ini dikatakan telah menjelma
sebanyak lima kali atas titah
Sang Hyang Iswara. Dewa
mereka adalah Indra, hingga
cocok menjadi seorang
pemimpin yang keras. Bila terlahir wanita dan ada
tahi lalat di kemaluan, ia akan
cenderung memiliki cinta
mendua. Namun, di balik sifat-
sifat baiknya, ia memiliki
pendirian yang goyah dan berubah-ubah dan menjadi lupa
diri lantaran kata-kata kasar.
Penyakitnya ada di telinga kiri,
pinggang kiri, mata kiri, tangan
kiri dan bagian tubuh sebelah
kiri. Pengeruwatan-nya air dari kendi keramik berlobang lima.


* Soma (Senin) Lambangnya bulan, menjadi
tempat berlindung orang-orang
kesusahan, bisa memberikan
nasihat yang berguna bagi
orang yang susah dan
bersedih. Kayunya kroya, memiliki sifat kikir. Bunganya
pole, berkepribadian baik dan
harum, namun memiliki
kecenderungan sulit
menemukan jodoh apabila
mereka berkepribadian tertutup. Mereka telah
menjelma menjadi manusia
sebanyak empat kali atas titah
Bhatara Maheswara, Dewanya
Uma. Bintangnya Wresabha.
Yoni-nya Dewa, hingga memiliki sifat yang baik. Sinar tubuhnya
hitam, tenang namun sering
bersedih. Terlihat pantas
dengan berbagai jenis pakaian. Yang terlahir pada hari ini,
hati-hatilah menjaga anak,
lantaran memiliki
kecenderungan memiliki anak
yang meninggal. Bicaranya baik
dan lembut. Berhati-hati dalam mengambil keputusan, hingga
sering terlalu banyak
pertimbangan kemudian
terjebak dalam pikiran yang
bercabang. Penyakitnya
beraneka macam, hati-hati pada kelamin. Pengeruwatan-
nya disiram dengan memakai
air dari kendi keramik
berlobang empat.


* Anggara (Selasa) Lambangnya api, memiliki sifat
pendendam dan baru puas jika
telah membalaskannya,
disenangi banyak orang dan
dibutuhkan lantaran
keahliannya. Kayunya warangireng. Burungnya gagak,
sering membanggakan diri dan
menyanjung diri sendiri, dan
terkadang dapat melihat
sesuatu yang bersifat gaib.
Wayangnya ceng-ceng, banyak ucap dan sering terlibat adu
argumen dan berbantahan.
Mereka telah tiga kali menjelma
menjadi manusia atas perintah
Sang Hyang Brahma. Sering
ditimpa masalah dan kesulitan mencari jalan keluarnya, namun
memiliki kebijaksanaan yang
cukup. Orang yang lahir hari ini
memiliki kecenderungan berani
membantah orangtuanya.
Penyakit yang diderita
biasanya di kaki, kelamin, dan
kuku. Percintaannya juga sering mendua dan
berselingkuh. Yoni-nya raksasa
hingga memiliki pribadi yang liar
dan susah diatur.
Pengeruwatan-nya memakai air
kendi keramik berlobang tiga.


* Buda (Rabu) Lambangnya langit,
berpenampilan tenang namun
susah diduga. Wayangnya
goleng, cepat bisa dalam
sembarang pekerjaan. Telah
menjelma sebanyak empat kali atas perintah Sang Hyang
Rudra. Ada kecenderungan
akan memiliki anak yang
murtad, sering tersangkut
masalah lantaran karmanya
pada kehidupannya yang dahulu. Memiliki sifat yang baik
dan senang bila bisa berderma,
keras keinginannya. Bisa
menjadi seorang sastrawan dan
pintar. Senang mencari ilmu gaib dan
keagamaan. Keras keinginannya
untuk tahu berbagai bidang
pekerjaan dan disukai oleh
orang-orang miskin hingga
sangat dihormati oleh orang- orang kelas bawah.
Penyakitnya ada di kaki hingga
ada kecenderungan lumpuh.
Pengeruwatan-nya banten
lengkap dengan mantra Rudra.


* Wraspati (Kamis) Lambangnya guru, memiliki
kebijaksanaan yang akan
membuatnya termasyur dan
disenangi orang lantaran
pengetahuan dan
kepintarannya. Kayunya beringin, cocok menjadi
pelindung bagi orang-orang
yang susah dan didera masalah.
Burungnya merak, tampil
rupawan dan memikat namun
sayangnya senang pamer kekayaan ketika menjadi kaya.
Wayangnya dalang, pintar
dalam mengatur strategi,
namun terkadang lepas kontrol
lantaran individualisnya. Telah menjelma menjadi manusia
sebanyak delapan kali atas
titah Sang Hyang Maha Dewa.
Dewanya Bhatara Guru.
Bintangnya Wrasaba. Memiliki
kecenderungan ditinggal istri atau suami lantaran cemburu.
Senang dengan ilmu gaib sedari
kecil, setia pada temannya
bukan lantaran harta.
Penyakitnya ada di tangan dan
bagian tubuh sebelah kanan. Pengeruwatan-nya memakai
uang kepeng sebanyak 888
keping, air kendi keramik
berlobang delapan.


* Sukra (Jumat) Lambangnya bumi, disenangi
orang lantaran kesabarannya,
namun sering kena fitnah dan
dijelek-jelekkan orang. Kayunya
ancak, menjadi teman baik
orang-orang suci. Burungnya titiran atau perkutut, disayang
orang-orang besar. Wayangnya
jugil, enam kali menjelma
menjadi manusia atas titah
Sang Hyang Sangkara. Dewanya
Bhatari Sri, pintar membuat orang senang. Bintangnya
Tumbamina, memiliki banyak
keinginan dan angan-angan,
susah lantaran hutang. Berbahagia dan kaya lantaran
sahabat-sahabatnya. Mantra
yang diucapkannya sering
manjur, cerdas lantaran
bertanya, cocok menjadi
arsitek atau ahli bangunan (undagi). Penyakitnya ada di
tenggorokan, mata kanan, di
perut, pada telapakan kaki
atau pun tangan.
Pengeruwatan-nya memakai air
kendi keramik berlobang enam.


* Saniscara (Sabtu) Lambangnya Durga, memiliki
kecenderungan egoistis dan
individualis, namun bisa menjaga
sahabat, kerabat dan anak-
anaknya dengan baik. Menjadi
lupa diri dan lepas kendali bila ia marah. Dewanya Sang Hyang
Kala, kayunya kepuh,
berpenampilan angker dan
menakutkan. Burungnya dok,
suka menyendiri. Telah
menjelma menjadi manusia sebanyak sembilan kali atas
titah Bhatara Wisnu.
Bintangnya Tulamina, yoni-nya
Raksasa, berbudi liar. Berpikiran tetap, cenderung
berani terhadap orang tua
(dursila ring wong atuha). Hidup
berkecukupan dari kecil,
memiliki tangan dan budi usil,
senang bercanda dan mengejek, susah lantaran
hutang-hutangnya kelak.
Penyakitnya ada di pantat,
telapak tangan dan di sekitar
pusar. Pengeruatan-nya adalah
daging babi yang dibeli dengan uang 999 kepeng bolong
dengan banten selengkapnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar